Selasa, 07 April 2015

Air Mata

AIR MATA

Lembayung senja menyapa setiap insan di muka bumi, mengiri kepergian sang raja siang ke peraduannya, menggantikan cerahnya langit dengan hitam pekatnya malam. Siapa sangka, lembayung senja yang kini sedang menampilkan ke indahannya di ufuk barat, menemani seorang gadis yang hanya terpaku memandang hamparan laut yang luas, memikirkan apa saja yang telah terjadiakhir-akhir ini. Hampir  setiap menit gadis itu menghembuskan nafas beratnya, seperti ada yang tengah di pikirkan olehnya. Namun , gadis tersebut sulit untuk di tebak, dan sulit untuk di jangkau, bahkan lembayung senja yang tengah menemani sorenya pun tak bisa menebak apa yang tenagh dia pikirkan. Dia seperti hanyut dalam dunianya, tak peduli dengan kicauan burung, bahkan dengan suara sapaan yang sedari tadi mengganggunya, gadis tersebut tak berpaling sedekit pun untuk mengetahui keadaan sekitar, ia masih pada posisinya memandang hamparan laut tanpa ada suara sedikitpun yang keluar dari mulutnya. Pandangannya kosong, mata indah yang selalu dia tunjukkan kini berubah menjadi sayu, pikiran-pikiran yang selalu rasioanl kini berubah menjadi irrasioanal, senyum bahkan deretan gigi  putih yang selalu ia tampakkan kini seperti hilang entah kemana, kenapa dengan gadis itu? Ada apa dengannya?
Bahkan orang yang sedari tadi menyapanya pun, bingung dengan tingkah gadis berkrudung biru ini, akhir-akhir ini ah,, tepatnya sejak 2 hari kemarin gadis yang sedang berada di sampingnya terlihat murung, seperti  bunga yang layu dan lebah yang kehilangan madunya. Orang itu, diam-diam sering memperhatikan keseharian gadis berkrudung biru ini, gadis itu selalu tersenyum dan tertawa lepas kapan pun dan diamana pun, bahkan status sosmednya tak luput dari kata semangat. Tapi kenapa, semenjak kemaren, tepatnya senin sore status gadis tersebut berubah menjadi orang yang tak tau  arah, selalu emotikon sedih dan menagis yang ia tunjukkan, ada apa sebenarnya dengan gadis berkrudung biru tersebut? Apakah ia  sedang  ada masalah? Tapi, masalah apa hingga membuat ia tertekan seperti ini? Karena rasa penasaran yang di rasakan orang yang sedang duduk di samping gadis berkrudung biru itu sudah mencapai level akhir, ia putuskan untuk menyapanya lagi dengan volume yang lebih tinggi dari pada sebelumnya.
“Ninda,,,,” sapanya lagi dengan keras, tetapi gadis tersebut masih bergeming tak mendengar sapaan orang yang ada di sampingnya atau malah pura-pura tidak menedengar,tapi orang yang berada di sampingnya terus mencoba gadis berkrudung biru berpaling dari dunianya. Ya,, kan lama-lama bisa bahaya juga untuk keselamatan gadis tersebut.
“ Nindaaaaa,,,” kali ini lebih keras lagi dan mengguncangkan bahu gadis berkrudung biru tersebut, dan alhasil orang yang berada di sampingnya berhasil membuat gadis itu berpaling dan kini ia tengah menatap ke arah orang yang berada di sapingnya. Tetapi siapa sangka, tindakan gadis berkrudung biru itu malah membuat orang yang berada di sampingnya terkejut. Bagaimana tidak? Gadis berkrudung biru tersebut tiba-tiba menitikkan air mata, bahkan sekarang di iringi isak tangis yang memilukan dan hey,, lihat mata gadis itu sudah hampir mirip mata panda dan wajahnya penampilanya bisa di bilang jauh dari kata baik.
“ Kka..mu kenapa?” tanya orang itu dengan nada khawatir, tetapi gadis berkrudung biru itu enggan menjawab pertanyaannya malah isak tangisnya semakin kencang
“Hey,, Ninda kamu kenapa?” kali ini sambil menepuk-nepuk lengan gadis berkrudung biru tersebut.
“ A..ku ngga papa!” jawabnya serak sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam, dan bahkan suaranya hampir hilang.
“ Hey,,, kamu ngga pinter bohong. Cerita ke aku siapa tau aku bisa bantu” ucap orang tersebut lagi.
Perlahan, gadis berkrudung biru mengangkat kepalanya, memandang lekat-lekat orang yang ada di hadapannya sekarang.

“Aa..ku…..lagi berantem, Dim” seketika air mata gadis berkrudung biru tersebut mengalir deras dari yang sebelumnya, bahkan kini krudungnya pun basah terkena air mata.