AIR MATA
Lembayung senja menyapa setiap
insan di muka bumi, mengiri kepergian sang raja siang ke peraduannya,
menggantikan cerahnya langit dengan hitam pekatnya malam. Siapa sangka, lembayung
senja yang kini sedang menampilkan ke indahannya di ufuk barat, menemani
seorang gadis yang hanya terpaku memandang hamparan laut yang luas, memikirkan
apa saja yang telah terjadiakhir-akhir ini. Hampir setiap menit gadis itu menghembuskan nafas
beratnya, seperti ada yang tengah di pikirkan olehnya. Namun , gadis tersebut
sulit untuk di tebak, dan sulit untuk di jangkau, bahkan lembayung senja yang
tengah menemani sorenya pun tak bisa menebak apa yang tenagh dia pikirkan. Dia
seperti hanyut dalam dunianya, tak peduli dengan kicauan burung, bahkan dengan
suara sapaan yang sedari tadi mengganggunya, gadis tersebut tak berpaling
sedekit pun untuk mengetahui keadaan sekitar, ia masih pada posisinya memandang
hamparan laut tanpa ada suara sedikitpun yang keluar dari mulutnya.
Pandangannya kosong, mata indah yang selalu dia tunjukkan kini berubah menjadi
sayu, pikiran-pikiran yang selalu rasioanl kini berubah menjadi irrasioanal,
senyum bahkan deretan gigi putih yang
selalu ia tampakkan kini seperti hilang entah kemana, kenapa dengan gadis itu?
Ada apa dengannya?
Bahkan orang yang sedari tadi menyapanya pun, bingung dengan
tingkah gadis berkrudung biru ini, akhir-akhir ini ah,, tepatnya sejak 2 hari
kemarin gadis yang sedang berada di sampingnya terlihat murung, seperti bunga yang layu dan lebah yang kehilangan
madunya. Orang itu, diam-diam sering memperhatikan keseharian gadis berkrudung
biru ini, gadis itu selalu tersenyum dan tertawa lepas kapan pun dan diamana
pun, bahkan status sosmednya tak luput dari kata semangat. Tapi kenapa,
semenjak kemaren, tepatnya senin sore status gadis tersebut berubah menjadi
orang yang tak tau arah, selalu emotikon
sedih dan menagis yang ia tunjukkan, ada apa sebenarnya dengan gadis berkrudung
biru tersebut? Apakah ia sedang ada masalah? Tapi, masalah apa hingga membuat
ia tertekan seperti ini? Karena rasa penasaran yang di rasakan orang yang
sedang duduk di samping gadis berkrudung biru itu sudah mencapai level akhir,
ia putuskan untuk menyapanya lagi dengan volume yang lebih tinggi dari pada
sebelumnya.
“Ninda,,,,” sapanya lagi dengan keras, tetapi gadis tersebut
masih bergeming tak mendengar sapaan orang yang ada di sampingnya atau malah
pura-pura tidak menedengar,tapi orang yang berada di sampingnya terus mencoba
gadis berkrudung biru berpaling dari dunianya. Ya,, kan lama-lama bisa bahaya
juga untuk keselamatan gadis tersebut.
“ Nindaaaaa,,,” kali ini lebih keras lagi dan mengguncangkan
bahu gadis berkrudung biru tersebut, dan alhasil orang yang berada di
sampingnya berhasil membuat gadis itu berpaling dan kini ia tengah menatap ke
arah orang yang berada di sapingnya. Tetapi siapa sangka, tindakan gadis
berkrudung biru itu malah membuat orang yang berada di sampingnya terkejut.
Bagaimana tidak? Gadis berkrudung biru tersebut tiba-tiba menitikkan air mata,
bahkan sekarang di iringi isak tangis yang memilukan dan hey,, lihat mata gadis
itu sudah hampir mirip mata panda dan wajahnya penampilanya bisa di bilang jauh
dari kata baik.
“ Kka..mu kenapa?” tanya orang itu dengan nada khawatir,
tetapi gadis berkrudung biru itu enggan menjawab pertanyaannya malah isak
tangisnya semakin kencang
“Hey,, Ninda kamu kenapa?” kali ini sambil menepuk-nepuk
lengan gadis berkrudung biru tersebut.
“ A..ku ngga papa!” jawabnya serak sambil menundukkan
kepalanya dalam-dalam, dan bahkan suaranya hampir hilang.
“ Hey,,, kamu ngga pinter bohong. Cerita ke aku siapa tau
aku bisa bantu” ucap orang tersebut lagi.
Perlahan, gadis berkrudung biru mengangkat kepalanya,
memandang lekat-lekat orang yang ada di hadapannya sekarang.
“Aa..ku…..lagi berantem, Dim” seketika air mata gadis
berkrudung biru tersebut mengalir deras dari yang sebelumnya, bahkan kini
krudungnya pun basah terkena air mata.